Minggu, 04 November 2012

Kata Bijak (IV)



Tujuan yang mulia muatannya adalah kebenaran. Kekuatannya menembus tembok-tembok pembatas dan kelembutannya mendamaikan hati pemiliknya.

Seharusnya kamu tahu tentang kesalahan penglihatan dalam kelelahan, karena pada saat itu intuisi tak dapat bekerja dengan baik. Kamu juga harus paham tentang cerita burung elang yang terbang mengarungi samudera tanpa persiapan yang matang. Seketika kedua sayapnya lemas, lalu ia terjatuh dan tenggelam.

Lakukan kehendakmu dari kebaikan hatimu!

Lakukan yang benar, itu saja sebenarnya yang benar untuk dilakukan!

Sabtu, 27 Oktober 2012

Salam Muda!


Salam, wahai pemuda, Telah kudengar kabar tentangmu. Tentang segala tindakanmu yang hebat di masa lalu. Tentang sumpah yang kau ikrarkan  bersama teman-temamu . Jika hari itu tidak ada, tidak ada pula simpul yang begitu kuat untuk kebhinekaan negeri ini. Juga Tentang keberanianmu membawa Bung Karno ke Rengasdengklok. Jika hari itu tidak ada, entah sampai kapan kita merdeka. Oh iya, masih ada lagi, yaitu Tentang Kekuatanmu mengubah masa. Ketika orde lama kehilangan kendali, engkau mengubahnya menjadi orde baru, Ketika orde baru tejebak tirani, engkau hadirkan reformasi. Jika hari itu tidak ada, entah kemana negeri ini.

Kamis, 25 Oktober 2012

Hidangan


Biarkan angin  di  rambutmu!
Biarkan  sekitarmu!
Biarkan semesta menyapamu, di padangmu!
Dari Sang Khalik,  pemilikmu

Biarkan alunanmu, pada arusmu!
Karena perhentianku, pada batas yang menggetarkan

Sabtu, 21 Juli 2012

Kata Bijak (III)



Tuhan menghembuskan nafasnya dan insan pun mengecap kehidupan. Nafasmu adalah nafas Tuhanmu.

Berhentilah sejenak dan rasakan sirkulasi angin di sekitarmu. Biarkan kelelahanmu diterbangkan dan berganti dengan semangat yang baru.
Dengarlah alam dalam keheninganmu. Temukan dan rasakan harmoni senandungnya. Sungguh, itulah harmoni maha indah, Karya Komponis Agung, Pencipta semesta. Sadarilah, bahwa kamu adalah bagian dari harmoni itu.

Sabtu, 26 Mei 2012

Balada Petang Perjalanan


Pada petang perjalanan
Ketika deru mesin perlahan
Ketika seperti biasa aku mendayu dalam lamun kerinduan

Samar seorang pemuda terhuyung di tengah jalan
Badannya penuh tato, rambut urakan