Ketika puisi tak lagi mampu menghibur
Kemanakah aku?
Segala asa menjadi hampa
Aku menatap kesia-siaan
Aku menyayangi kesia-siaan
Dalam heningnya malam
Dalam hiruk pikuk keramaian
Tak kutemukan kamu
Kita perlu segalanya untuk
berubah karena kita sudah berbelok terlalu jauh. Karena segalanya memang
seperti kapal di tengah lautan. Ketika sedikit saja kehilangan arah, kapal
tidak akan sampai pada tujuan. Dan kita sudah kehilangan arah.