Sabtu, 15 Oktober 2011

Aku Tidak Tahu

Ketika puisi tak lagi mampu menghibur
Kemanakah aku?
Segala asa menjadi hampa
Aku menatap kesia-siaan
Aku menyayangi kesia-siaan

Dalam heningnya malam
Dalam hiruk pikuk keramaian
Tak kutemukan kamu

Sabtu, 08 Oktober 2011

Siput?

Kita perlu segalanya untuk berubah karena kita sudah berbelok terlalu jauh. Karena segalanya memang seperti kapal di tengah lautan. Ketika sedikit saja kehilangan arah, kapal tidak akan sampai pada tujuan. Dan kita sudah kehilangan arah.
Ya, Kita terlalu jauh meninggalkan segalanya. Kita terlalu jauh meninggalkan kejujuran. Kita terlalu jauh untuk peduli pada sesama. Kita telalu jauh meninggalkan pengabdian. Itu karena  sebagian kita sekarang seperti siput. Siput yang selalu merasa berat membawa rumahnya sendiri. Padahal itu rumahnya. Itu pekerjaan yang seharusnya iklas ditanggung.
Ah, rasanya pengandaian tentang siput di atas kurang nyambung. Siputlah, rumah siputlah! Tidak apa-apa,

Rabu, 28 September 2011

Doaku

doaku terjawab satu hari
itu belum cukup
meski telah menjawab sejuta kerinduan
aku ingin doaku terjawab seribu hari
bahkan untuk selamanya

sebab doaku adalah penantian panjang
doaku adalah harapan
doaku adalah hasrat
disanalah ingin kupetik kuntum

Senin, 29 Agustus 2011

Perisai Hanyut

Raih perisaimu sebelum ia sampai ke Niagara
Karena lumpur Niagara adalah comberan gedung putih

Raih perisaimu
Sebelum ia sampai ke Atlantik
Karena di Atlantik, tarian telanjang sedang dihanyutkan

Raih perisaimu
Karena ia sedang dihempas gelombang peradaban

Raih dan pegang erat
Sebelum arus zaman mengubah kiblatmu 

oleh: C Tefbana

Minggu, 14 Agustus 2011

Taman Firdaus

Lihat aku dalam taman firdaus
Seorang putri datang menghampiriku
Tangannya menggendong sebuah kendi
Ia semakin dekat, tinggal beberapa langkah lagi

Ketika telah dekat
Dituangnya air bening
Dalam cangkir kehidupanku
Dan iapun menghilang

Oleh: C. Tefbana