Sukacita
palsu! Melelahkan !
Alibi yang
terpatahkan, seketika
Terdiam, terkesiap,
hancur!
Apakah kini yang
begitu berarti?
Dan akhirnya,
untungnya telah berakhir
Sebab telah
kuteguk persediaan airku
Sampai
kutemukan keramaian ini:
Ratusan
orang menuntut haknya
Aku di
tengah-tengah mereka, membatu, tak bergerak
Beberapa orang
berteriak sangat dekat di telingaku
Jiwaku pun bergelora teman-temanku, tetapi,…..tidak!
Sebab kemarahan mengasah pedang
Kebencian
menciptakan perang
Akan kukebaskan
lengan yang demikian
Lalu aku
akan berlari sangat kencang pada jalanku
Jalanku
adalah keyakinanku!
Yang melihat
titik kecil dari kejauhan dan aku mengejarnya
Jika kutemui
hal menakutkan, itu untuk mempertajam nyaliku
Jika kutemui
kepalsuan, itu untukku mengenal kesejatian
Harus kulanjutkan
perjalananku
Pada cita-citaku
aku harus ada
Pada sukacitaku
yang sesungguhnya!
Oleh: C.
Tefbana