Rabu, 02 Januari 2013

Untuk Sukacita


Sukacita palsu!  Melelahkan !
Alibi yang terpatahkan, seketika
Terdiam, terkesiap, hancur!
Apakah kini yang begitu berarti?

Dan akhirnya, untungnya  telah berakhir
Sebab telah kuteguk  persediaan airku
Sampai kutemukan keramaian ini:
Ratusan orang  menuntut  haknya
Aku di tengah-tengah mereka, membatu, tak bergerak
Beberapa orang berteriak sangat dekat di telingaku
“Mari, inilah hari kemarahan”

Jiwaku pun bergelora teman-temanku, tetapi,…..tidak!
Sebab kemarahan mengasah pedang
Kebencian menciptakan perang
Akan kukebaskan lengan yang demikian
Lalu aku akan berlari sangat kencang pada jalanku

Jalanku adalah keyakinanku!
Yang melihat titik kecil dari kejauhan dan aku mengejarnya
Jika kutemui hal menakutkan, itu untuk mempertajam nyaliku
Jika kutemui kepalsuan, itu untukku mengenal  kesejatian

Harus kulanjutkan perjalananku
Pada cita-citaku aku harus ada
Pada sukacitaku yang sesungguhnya!

Oleh: C. Tefbana